KAMPUNG BENA – Objek Wisata Budaya di Bumi Flores

share yuk:
kampung bena

Foto: wisatapedi.com [klik foto untuk memperbesar]

Deskripsi Kampung Bena

Kampung Bena merupakan salah satu perkampungan adat yang ada di kabupaten Ngada yang hingga saat ini masih memegang kuat tradisi budaya yang diwarisinya dari nenek moyang mereka. Terletak di kaki gunung Inerie, membuat kampung yang terkenal dengan rumah adat Bena ini tidak hanya menawarkan keunikan rumah dan tradisinya, tapi juga pemandangan gunung Inerie yang menakjubkan mata setiap orang yang melihatnya.

Kampung ini memiliki lebih dari 40 buah rumah yang saling berhadap-hadapan. Badan kampung tumbuh memanjang, dari utara ke selatan. Pintu masuk kampung hanya dari utara. Sementara ujung lainnya di bagian selatan sudah merupakan puncak sekaligus tepi tebing terjal. Mata pencaharian penduduk kaum laki-laki adalah berladang dan kaum perempuan adalah menenun untuk dijual ke para wisatawan ataupun ke pelosok kota Bajawa Ngada. Para wisatawan yang datang pun tidak hanya dari lokal juga dari Manca negara seperti dari Belanda, Jepang, Belgia, dan negara Eropa lainnya (setidaknya itu yang saya baca dari buku tamu).

Lokasi atau Rute Menuju Kampung Bena

Kampung Bena terletak kurang lebih 19 km arah selatan pusat kota Ngada (Bajawa) atau tepatnya berada di desa Tiwuriwu, Kecamatan Aimere, Kabupaten Ngada. Perjalanan menuju ke kampung Bena bisa ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Medannya pun cukup halus karena sudah aspal hotmix, akan tetapi jalannya berkelok-kelok dan naik turun.

  • Jika Anda berangkat dari Kupang, maka setelah turun di Bandara Soa, Anda bisa melanjutkan perjalanan dengan menggunakan travel ke kota Bajawa dengan tarif kurang lebih 50 ribu. Setelah sampai di kota Bajawa, Anda bisa melanjutkan perjalanan dengan menggunakan jasa ojek dengan waktu tempuh kurang lebih setengah jam.
  • Namun jika Anda baru saja berwisata ke Danau Kelimutu di kota Ende, maka Anda bisa naik travel atau bis jurusan Ende-Bajawa dan turun di Mataloko. Selanjutnya Anda bisa menggunakan jasa ojek untuk sampai di kampung Bena.
 Jam Buka dan Harga Tiket Masuk

Perkampungan Bena dibuka untuk para wisatawan mulai pukul 08.00 hingga pukul 17.00 wita. Sebenarnya tidak ada tiket masuk untuk bisa melihat dari dekat bagaimana bangunan rumah adat Bena, tapi warga kampung Bena akan meminta Anda untuk mengisi buku tamu dan memberikan donasi seiklasnya pada kotak yang disediakan.

Fasilitas di Sekitar Kampung Bena
  1. Penginapan.
    Anda tidak bisa menemukan penginapan apalagi hotel di sekitar perkampungan rumah adat Bena karena memang lokasinya yang terpencil di bawah kaki gunung. Para wisatawan biasanya lebih memilih menginap di kota Bajawa yang karena selain banyak hotel atau penginapan, jarak tempuh ke kampung Bena juga tidak jauh. Hotel paling murah yang saya jumpai adalah hotel Kambera milik pak Haji Rahman (081339464163), yaitu hanya sekitar 50 ribu hingga 100 ribu per malamnya. Namun jika Anda menginginkan hotel dengan fasilitas air hangat untuk mandi, maka Anda bisa memilih hotel Jhoni, hotel Edlewis, hotel Korina, hotel Bintang Wisata dengan rentang harga antara 150 ribu hingga 350 ribu.
  2. Rumah Makan.
    Di lokasi tersebut juga tidak terdapat warung makan dan hanya ada warung kelontong yang menjajakan makanan dan minuman ringan. Jadi sebelum berangkat ke sana, pastikan Anda membawa bekal yang cukup. Untuk santap makan terutama bagi Anda umat muslim, sebaiknya makan di kota Bajawa karena di sana terdapat banyak warung makan Padang, maupun Lamongan yang tentunya lebih terjamin kehalalannya.
  3. Area Parkir.
    Kendaraan yang bisa langsung masuk di halaman pintu masuk rumah Adat hanyalah kendaraan roda 2, sedangkan untuk mobil, sekarang sudah di arahkan untuk parkir di sebelah utara perkampungan. Area parkirnya pun cukup luas.
  4. WC Umum.
    Pada saat saya datang, ada 3 buah kamar mandi dilengkapi dengan wc yang berada di ujung perkampungan di dekat tangga naik ke patung bunda Maria. Anda bisa memberi donasi seiklasnya pada kotak yang tersedia.
  5. Toko Cinderamata.
    Kebanyakan para wanita di kampung Bena merupakan penenun dengan motif kain Adat Bajawa yang memang untuk dijual kepada para wisatawan. Harga kain adat yang bisa dijadikan baju kurang lebih 600ribu per potongnya.
Tips Berwisata ke Kampung Bena
  1. Ketika memberikan donasi, sebaiknya menggunakan uang kertas karena uang koin tidak digunakan oleh masyarakat kabupaten Ngada. Dan berikan donasi yang sepantasnya.
  2. Jika Anda berencana menginap di kota Bajawa, pastikan Anda membawa pakaian hangat karena suhu di kota Bajawa cukup dingin terutama pada malam hari.

Demikianlah informasi singkat tentang wisata budaya kampung Bena yang terdapat di kota Bajawa Ngada. Semoga bermanfaat dan perjalanan Anda ke sana mengesankan. Jika Anda menyukai informasi ini, mohon share dengan memberikan like, twit atau berkomentar di bawah ini agar dapat menjadi referensi bagi teman jejaring sosial Anda dan ikut memajukan dunia pariwisata di Indonesia. Terima kasih.

You may also like...

Jadilah yang pertama berkomentar!

Kabari via email
avatar
wpDiscuz

 Dukung kami dengan Like atau Follow

  

Terima kasih