Benteng Vredebrug – Museum di Ujung Jalan Malioboro

Benteng Vredeberg - museum di sekitar maliioboro

Source: Foursquare. Photo: AbedNego F

Deskripsi Benteng Vredeburg

Yogyakarta memang gudangnya ilmu sejarah maupun tempat wisata. Kali ini ada benteng Vredeburg yang terletak di sekitar jalan Malioboro yang akan kita bahas. Benteng yang punya sejarah yang sangat panjang ini terletak diujung jalan malioboro. Kalau dari stasiun tugu kita bisa jalan lurus terus ke arah selatan mengikuti jalan Malioboro. Benteng vredeburg ini dekat dengan pasar Bringharjo yaitu di sebelah kanan, dan sebelah kirinya adalah monumen tugu serta di depan benteng terdapat gedung Agung dan Kraton kesultanan Jogjakarta. Benteng ini sangat populer di kalangan para wisatawan yang akan berkunjung ke Yogja karena letaknya yang sangat strategis mudah dijangkau dan tentunya harganya terjangkau pula. Benteng ini juga populer dan sedang hits digunakan untuk pemotretan dari mulai anak-anak, para remaja sampai dewasa serta tak jarang juga tempat ini untuk acara pemotretan pr-eweding atau syuting stasiun televisi. Gaya bangunan yang bernuansa Eropa sangat terasa ketika memasuki komplek benteng ini, seakan membawa kita pada situasi sosial ekonomi dan politik pada rezim penjajahan Belanda di Jogjakarta. Pilar-pilar besar menjadi fondasi bangunan kokoh ini seakan menandakan peran pemerintahan Belanda yang kokoh saat menjajah Nusantara.


Sejarah Museum Benteng Vredeburg

Latar sejarah berdirinya Benteng Vredeburg Yogyakarta berawal dari lahirnya Kasultanan Yogyakarta. Perjanjian Giyanti 13 Februari 1755 yang berhasil menyelesaikan perseteruan antara Susuhunan Pakubuwono III dengan Pangeran Mangkubumi adalah merupakan politik pemerintah Belanda yang selalu mencampuri urusan dalam negeri raja-raja Jawa kala itu. Melihat keraton yang didirikan oleh Sultan Hamengku Buwono I mengalami kemajuan yang sangat pesat, rasa khawatir pihak Belanda pun muncul. Pihak Belanda meminta izin kepada sultan untuk membangun sebuah benteng di dekat keraton dengan dalih agar Belanda dapat menjaga keamanan keraton. Namun maksud Belanda yang sebenarnya adalah untuk memudahkan dalam mengontrol semua perkembangan yang terjadi di dalam keraton. Hal ini terlihat dari letak benteng yang hanya satu jarak tembak meriam dari keraton dan lokasinya yang menghadap ke jalan utama menuju keraton sehingga sewaktu-waktu pihak Belanda dapat melakukan intimidasi, penyerangan dan blokade dengan mudah apabila sewaktu-waktu Sultan berbalik memusuhi Belanda. Besarnya kekuatan yang tersembunyi dibalik kontrak politik yang dilahirkan dalam setiap perjanjian dengan pihak Belanda seakan-akan menjadi kekuatan yang sulit dilawan oleh setiap pemimpin pribumi pada masa kolonial Belanda. Dalam hal ini termasuk pula Sri Sultan Hamengku Buwono I. Oleh karena itu permohonan izin Belanda untuk membangun benteng dikabulkan.

Dengan pertimbangan bahwa bangunan bekas Benteng Vredeburg tersebut merupakan bangunan bersejarah yang sangat besar artinya maka berdasarkan Ketetapan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 0224/U/1981 tanggal 15 Juli 1981, bangunan bekas Benteng Vredeburg ditetapkan sebagai benda cagar budaya .

Piagam perjanjian serta surat Sri Sultan Hamengku Buwono IX Nomor 359/HB/85 tanggal 16 April 1985 menyebutkan bahwa perubahan-perubahan tata ruang bagi gedung-gedung di dalam kompleks benteng Vredeburg diijinkan sesuai dengan kebutuhan sebagai sebuah museum. Untuk selanjutnya dilakukan pemugaran bangunan bekas benteng dan kemudian dijadikan museum. Tahun 1987 museum telah dapat dikunjungi oleh umum.

Melalui Surat Keputusan Mendikbud RI nomor 0475/O/1992 tanggal 23 November 1992, secara resmi Benteng Vredeburg menjadi Museum Khusus Perjuangan Nasional dengan nama Museum Benteng Yogyakarta.

Source: Wikipedia.


Lokasi atau Jalan Menuju ke Benteng Vredeburg

Aksesnya sangat gampang sekali, bisa dijangkau dari manapun kalau kita memakai pesawat maupun kereta api. kalau kita naik kereta api turun saja di stasiun tugu maupun lempuyangan. Kalau berangkat dari stasiun tugu kita hanya berjalan lurus ke arah selatan, kalau malas atau capek tidak mau berlajalan kaki kita bisa menggunakan bis transJogja yang pemberhentiannya terdapat disepanjang jalan Malioboro. Cukup melewati 3 – 4 pemberhentian bus. Kalau dari stasiun Lempuyangan kita bisa menggunakan jasa becak, karena kalau berjalan jaraknya agak jauh. Dengan becak kita hanya mengeluarkan uang sebesar Rp.20.000,- tergantung pintar-pintar kita menawarnya. Kalau kita memakai pesawat, dari bandara Adi Sudjipto kita bisa memakai jasa angkutan bis Transjogja juga. Kita naik dari pemberhentian suttle bis Adisutjipto kurang lebih bisa kita tempuh dengan 15- 30 menit perjalanan tergantung keadaan kepadatan lalu lintas Jogja. Untuk menaiki bis transjogja ini kita hanya ditarik jauh dekat sebesar Rp.3000,-.


Jam Buka dan Harga Tiket Masuk Benteng Vredeburg
  1. Jam buka
    • Hari Selasa sampai hari Jumat buka dari jam 08.00 – 16.00
    • Hari Sabtu dan Minggu buka dari jam 08.00 – 17.00
    • Sedangkan untuk hari senin TUTUP
    • Untuk hari libur nasional selain hari senin tetap buka seperti biasa.
  2. Harta tiket masuk
    • Perseorangan: Dewasa Rp.2000,- dan Anak-anak Rp.1000,-
    • Rombongan: Dewasa Rp.1000,- dan Anak-anak Rp.500,-

Fasilitas Umum di Alun-alun Kidul Jogja
  1. Warung Makan.
    Letaknya yang masih di kawasan wisata belanja Maliboro, membuat Anda tidak perlu khawatir untuk mengisi perut. Anda bisa mencoba menikmati kuliner khas Jogja yaitu Gudeg di sepanjang jalan Malioboro. Pastikan sebelum makan, Anda lihat daftar harga atau jika tidak ada tanyakan terlebih dahulu harga kepada penjual.
  2. Tempat Parkir.
    Ada banyak tempat parkir yang bisa kita temukan di seputaran jalan Malioboro. Jika Anda membawa masuk langsung kendaraan Anda ke kawasan jalan Malioboro, maka Anda bisa nebeng parkir di area parkir Mall. Tapi yang jelas, untuk bis Anda tidak bisa memarkirnya langsung di kawasan jalan Malioboro. Ada beberapa titik untuk parkir bis di sekitar Malioboro, yaitu di Alun-alun utara depan keraton Yogyakarta, di sebelah timur Bank Indonesia dan di dekat stasiun Tugu..
  3. Penginapan atau Hotel.
    Seputaran sebelah barat keraton Jogja, terdapat beberapa hotel dengan tarif yang terjangkau. Tapi jika ingin mencari hotel mewah dan fasilitas lengkap, Anda bisa mencarinya di sepanjang jalan Malioboro. Anda bisa booking hotel secara online di Agoda (kartu kredit) atau PegiPegi (bisa dengan transfer) dengan memasukkan kata kunci: “Malioboro“.
  4. Tempat Ibadah
    Bagi umat muslim, Anda bisa dengan leluasa melaksanakan ibadah shalat di beberapa masjid ataupun mushola di beberapa titik. Di bagian utara, Anda bisa shalat di masjid Maliboro yang berada di sisi timur jalan. Jika berada di tengah-tengah, Anda bisa menumpang shalat di mushola toko Alfath di sisi timur jalan Malioboro yang berada di lantai tiga. Dan di bagian selatan, Anda bisa menunaikan shalat di masjid yang berada di dekat pasar Beringharjo.

Demikianlah informasi singkat tentang objek wisata sejarah Benteng Vredeburg yang berada di sekitar jalan Maliboro. Semoga dapat menjadi referensi tempat wisata Anda berikutnya. Jika Anda menyukai informasi ini, mohon berikan like, twit atau berkomentar di bawah ini agar teman jejaring sosial Anda tahu dan dapat ikut mengembangkan dunia pariwisata di Indonesia. Terima kasih.

You may also like...

Welcome to WisataPedi.com

Dukung kami dengan Like atau Follow.

  

Terima kasih